DI rumah aja
29 / 100 SEO Score

membaca atau mendengar #dirumahaja membuatku menarik dan mengingat didikan orang tuaku di masa kecil untuk menjadi anak rumahan.

Hola! Bismillah. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Allahuma solli ala sayyidina Muhammad.

Sungguh, pandemi #covid19 ini begitu menguras pikiran dan tenaga. Berita-berita negatif yang banyak bermunculan, kematian-kematian yang di akibatkan oleh #covid19 ini membuat pembaca menjadi insecure. Tenaga yang harus ditambah, aktivitas yang semakin ribet. Mulai wajib pakai masker, penyemprotan disinfektan, tiap selesai keluar dan pulang pakaian yang digunakan harus segera dicuci sebagai bentuk ikhtiar pemutus #covid19 .

Pemerintah berpikir dan bertindak, mengambil kebijakan untuk memutus rantai covid-19 . Tenaga medis berjuang menjadi garda depan dalam penanganan covid-19.

Sebagian orang memilih mengeluh dan mengeluh. Sebagiannya lagi ikut andil dalam memutus rantai covid-19.

Kita di bagian mana?

Hal ini membuatku gelisah. Aku harus ikut andil. Memang aku belum bisa melakukan banyak hal. Tapi, aku bisa melakukan apapun yang bisa ku lakukan. Tanpa mengeluh. Tanpa meminta.

Agamaku pun (Islam) mengajarkan untuk berusaha melakukan apapun yang bisa dilakukan. Tidak mengeluh. Tidak meminta-minta.

Tangan harus selalu di atas.

Tangan harus selalu di atas.

Tangan harus selalu di atas.

Memberi lebih baik daripada meminta.

Kolaborasi

Jee Luvina X Nulisyuk X Penulis INA

Kami membuat 2 buku dengan tema berbeda :

1 . Tenaga Medis

Buku ini berisikan kisah tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam penanganan covid-19

2 . #dirumahaja

Buku ini diperuntukan untuk kamu yang tetap #dirumahaja demi memutus rantai covid-19 .

2 buku ini dijual bebas tapi terbatas saat pandemi aja. Dan seluruh royalti penulis dari penjualan buku ini akan diserahkan pada ACT for Humanity untuk support lawan #Covid19 dengan total Rp. 14.898.114


Yek! #AnakRumahan AnakMama! Litadelapan
pict by google.

4 tahap mendidik anak :
Umur 0-6th memanjakan, mengasihi dan ga boleh dipukul. || Umur 7-14th menanamkan nilai disiplin & tanggung jawab || Umur 15-21 mendekati anak dgn cara menjadi sahabat mereka || Umur 21 ke atas memberi kepercayaan dan kebebasan pada anak.

Mendengar/membaca #dirumahaja selalu menarik pada masa kecil dan mengingatkan bagaimana orang tuaku mendidik untuk menjadi anak rumahan. Segala sesuatu yang dibatasi. Menjadi berbeda. Saat banyak teman2 yg asik bisa keluar dan bermain sesuka hati, aku ga bisa melakukan hal yg sama seperti mereka. Bahkan mau izin keluar aja ketatnya ngeselin banget. Ditanya mau ke mana? Sama siapa. Rumahnya di mana. Ada perlu apa. Penting apa nggak. Sampai jam brp? Belum berangkat uda di suruh pulang. Sebelum magrib harus sudah ada di rumah. Kalau nggak… Alamat perang dunia. Hahahaha. 😅 Sekiranya izinku ga kuat maka aku di suruh kembali untuk masuk rumah. Hal ini sudah diterapkan oleh orang tuaku sejak aku SD! (Lupa kelas berapa)

Yek! #AnakRumahan AnakMama! Litadelapan
pict by litadelapan

Hal ini membuatku di “label” oleh teman2ku #anakrumahan#anakmama#pingit . Lol. Marah? Engga.. krn uda terbiasa sedari dulu dan aku jawab dengan senyuman, iya. Ya mau gimana lagi? Aku emang anak mama. Kalau anak tetanggaku/anak mamamu kan jadi nakutin. Hahahaha. Mungkin iya aku di didik #anakrumahan tapi ga pernah di didik jd #anakmanja yg apa-apa harus ngalem dan ga bisa ngerjain sendiri 😜 .

Yek! #AnakRumahan AnakMama! Litadelapan
pict by litadelapan (diambil saat selesai makan di KFC darmo Surabaya)

Justru kalau aku manja-manja … alamat perang dunia lagi. 🤣🤣🤣

Dari hal yang sepele aja. Aku lapar, aku mau makan. Maka,aku mengambil makananku sendiri. Dan bertanggung jawab untuk menghabiskan lalu membereskan dan mencuci piringnya. Kalau piringnya aku taruh di meja aja dan aku ga mau cuci piringnya. Piring itu akan tetap di tempat yang sama. Ngga ada yang akan cuci piringnya kalau ngga aku sendiri. 🤣Atau kalau nggak, aku akan di panggil untuk perang dunia kembali karena ga mau cuci piring. 🤣 Yaaa begitulah…. dan berlaku untuk hal-hal lainnya…

Yek! #AnakRumahan AnakMama! Litadelapan
pict by google

Saat aku beranjak dewasa, label #Anakrumahan ini hilang dan berganti menjadi #Merpati . Mereka bilang aku seperti merpati. Sebab, ketika aku selesai urusan/aktivitas di luar aku selalu bergegas untuk pulang.
Mereka lupa… bahwa merpati terbaik akan selalu pulang.
Yaaaaa, balik lagi gitu ya. Mungkin karena sudah jadi habit sedari kecil orang tuaku mendidik dan berpesan kepadaku. “Kalau sudah selesai urusan/aktivitas di luar segeralah pulang. Ngga usa mampir. Keluargamu nungguin di rumah”

Yek! #AnakRumahan AnakMama! Litadelapan
pict by google

Dan aku rasa itu sah aja kok. Keluarga memiliki hak penuh atas diri kita. Quality time dengan kita. Keluarga adalah yang pertama dan utama. Boleh aja kita sibuk dengan aktivitas-aktivitas kita. Tapi, jangan sampai keluarga kita cemburu pada aktivitas kita dan meninggalkan ketidakridhoan mereka ke kita. Alamat, bisa kesendat urusan kita. Ga percaya? Coba aja…

Sekali lagi. marah? Engga… Aku sangat menyadari tiap orang berbeda pengalamannya… Dan kita hari ini adalah bentuk dari kita di masa lalu. Tiap masa lalu orang itu berbeda-beda….

Masa laluku seperti ini sehingga aku menjadi seperti sekarang.

Dan, masa lalu mereka seperti itu sehingga menjadi seperti sekarang.

Ngga bisa kita pukul rata jadi sama. Aku sangat menyadari dan memahami akan hal ini jadi aku ngga pernah marah kalau teman-temanku meledek seperti itu. Hehehe… Lebih dari 10tahun aku diledek seperti itu, jadi, hal itu sudah biasa buatku. Bahkan sampai sekarang masih ada yang meledek seperti itu. hehe

Dan,

#covid19 ini menamparku banget untuk banyak bersyukur. Saat beberapa orang mungkin mengeluhkan kebosanannya di rumah aja sampai bingung harus ngapain. Aku hanya tersenyum kecil sambil mengingat didikan orang tuaku yg sudah jd habit dan aku sukai sampai skg.
. . “Sesuatu yg ga kamu sukai hari ini bisa jadi akan sangat kamu syukuri beberapa tahun kemudian” 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
1
Hola!
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Ada yang bisa saya bantu?

Silakan tinggalkan pesan dan mohon menunggu beberapa saat.