utas-@ayang_utriza-putuskan-talisilaturahim
18 / 100 SEO Score

Twitter akun Ayang Utriza Yakin

Hola! Bismillah. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Allahuma solli ala sayyidina Muhammad.

Sebuah utas dari @Ayang_Utriza muncul di timeline twitterku @litadelapan

Ayang Utriza Yakin.

Visiting Assistant Professor in Arabic & Islamic Studies at the Department of Languages and Cultures (Middle East Studies), Ghent University/LTM-PBNU 2015-2020.


I Totally Agree… Aku sangat setuju dengan utas yang beliau buat terkait dengan putusnya tali silaturahmi. Sah aja kok jika kita ingin memutus tali silaturahmi pada orang yang kita rasa toxic!

warning
pict by google.

Putuskan tali silaturahmi dengan orang-orang yang toxic.

DOAKAN. Lalu, TINGGALKAN!

Kita punya hak untuk melindungi dan membahagiakan diri kita. Mencintai diri kita. Memutuskan tali silaturahmi dengan orang yang toxic adalah salah satu jalan untuk tenang!

Membaca utas @Ayang_Utriza aku teringat sebagaimana aku di tipu oleh temanku dan uangku di bawa kabur. ⤵️

DI TIPU TEMAN!

Tahun 2018. Aku di tipu temanku dan dia membawa kabur sejumlah uangku yang kurasa banyak banget buatku.
Nagih-nagih kayak pengemis. Bayangin setahun lebih aku kayak gini. Capek banget. Mau ikhlasin anggap sedekah! Tapi, ga bisa… wagila banyak banget itu buatku. Sampai akhirnya aku berpikiran yawdalah. Dan akhirnya ku putuskan untuk membawa masalah ini ke meja hijau. Ultimatum ke temanku itu sampai mau ke meja hijau untuk proses ini.

Januari 2020, kakak nya datang meminta maaf, mengembalikan uang, dan minta adeknya ga di bawa ke ranah hukum.

Karena, ku pikir uangku sudah dikembalikan, temanku itu juga masih kuliah dan aku ga mau perpanjang masalah lagi. Aku anggap selesai urusan. Tapi, darisini bener-bener aku putuskan tali silaturahmi dengannya. Sejak saat itu kontak dan semua media sosialnya aku unfollow, block! Dan aku ga mau tau apapun lagi tentang dia.

Darisini pelajaran buatku dan kamu yang membaca tulisan ini.

Jangan mudah percaya pada seseorang. Jangan.

Dan ketika ingin ber-muamalah. AKAD DI AWAL HARUS JELAS! SEJELAS DAN DETAIL MUNGKIN YANG NGGA MERUGIKAN KEDUA BELAH PIHAK! Kalau temanmu membawa uangmu, semisal. Maka, harus ada jaminan yang setara dan semua akad tertulis jelas di atas hitam putih, data lengkap. Itu harus!

Bodo amat mau di bilang lebay atau ga percayaan sama orang. Kamu harus lebih hati-hati dan jeli. Ya bukannya apa-apa, tapi jika kejadian yang pernah ku alami ini kamu alami. Kamu akan kebingungan ditengah jalan. Kalau uangnya 10rb, 50rb, 100rb sih ngga masalah… Nah kalau bejibun gimana? Rugi banget!

Pilihannya hanya 2 : Berdoa masalah selesai atau mengikhlaskan uangmu hilang.

Aku uda copy paste utas dari @Ayang_Utriza buat kamu yang ga punya twitter. Bagus banget utasnya bisa jadi pencerahan buat kamu yang suka ga enakan. Atau sering pakai dalil “Jangan putuskan tali silaturahmi” Please, baca utas lengkap di bawah ini.

Ada tambahan dari ustadz Rendra terkait memutus tali silaturahmi, beliau juga mengingatkan bahwa ada kisah sahabat yang tidak ikut perang tabuk karena tertinggal mengurus hasil panennya? Dia gak berniat untuk tidak hadir perang cuma menyepelahkan dan tertinggal. Dapat hukuman sama Rasul gak di ajak ngomong lama banget. Istrinya pun juga di suruh ninggalin. Itu bisa jadi dalil untuk memutus hubungan silaturahmi dengan catatan ya. Dia melanggar hukum syara’ yang teramat besar. Termasuk orang zina yg blm nikah juga di asingkan satu tahun dari keramaian setelah dia di jilid 100 kali.

Baca utas lengkapnya di sini :

Utas Ayang Utriza Yakin. 28 Mei 2020.

Copy-paste sumber : https://twitter.com/Ayang_Utriza/status/1265811095849259009


Orang banyak salah kaprah dg ungkapan “jangan putus tali silaturahim” dg dalil hadis ttg keharaman memutus tali silaturahim. Yang diharamkan memutus tali silaturahim itu jika Anda memutus hubungan dg orang2 baik, tapi kalau sama orang jahat, itu malah wajib! Begini maksudnya:


Anda punya tetangga jahat yg mau membunuh Anda, Anda punya teman yg akan memperkosa anak Anda, Anda punya mitra yg menipu Anda, Anda punya kenalan yg berzinah dg istri/suami Anda, Lalu Anda bilang ‘jangan putus tali silaturahim,’ itu namanya Anda junun (gila) atau ahmaq (moron)!


Justeru AGAMA mewajibkan Anda untuk menjauhi kejahatan dan orang-orang jahat! Jangan lemah berhadapan dg orang2 yg jahat perangai, otak, & niatnya! Tegas pada diri sendiri itu justeru u/melindungi diri Anda sendiri & orang2 yang Anda sayangi.


Hal ini berlaku baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Misalnya: jika Anda ibu-ibu, punya teman di arisan RT/RW atau pengajian atau alumni sekolah, tapi ada Ibu yang kerjanya itu memfitnah & selalu mau menang sendiri plus sombong, ya doakan, tp putuskan hubungan dg ibu itu!


Contoh lain lagi: Jika Anda bapak-bapak, punya teman/mitra/tetangga itu tidak pernah menyapa, kerjanya petantang-petenteng, selalu buat onar, tidak pernah bantu orang, tp egoisnya minta ampun, ya doakan, tapi sudahi berhubungan dg orang spt itu! Tentu, banyak contoh lainnya.


Bagaimana dg dunia maya? Kalau akun Anda diikuti orang lain/ Anda mengikuti satu akun, tapi itu akun kerjanya hanya menyebarkan kebencian & permusuhan (a/d SARA), kemaksiatan (narkoba, miras, korupsi, pornografi, dll.), mk doakan, tp jangan ragu sedikit pun: langsung saja BLOK!


Lalu, ada orang yg bilang: ‘jangan putus silaturahmi’ walau dg orang jahat di dunia nyata, atau jangan blok akun penyebar permusuhan & kebencian di dunia maya, kan kita berdakwah, mungkin mereka akan berubah, jika Anda punya pikiran/pendapat spt ini, silahkan Anda berdakwah!


Tapi, menurut saya orang2 seperti ini orang2 SOMBONG & sok! Kenapa? Krn justeru merekalah org jahat yg harus berubah! Bukan kita yang mentolerir kejahatan perbuatan mereka! Kebenaran itu terang benderang di depan mata! Kurang dakwah apalagi?


Percayalah orang jahat itu tidak akan berubah, kecuali dirinya yg mau berubah. Rumah ayah sy, kyai kampung, sd sekarang sy sendiri terima curhatan (sblm ditutup) dipenuhi dg cerita kejahatan para penjahat (pembunuh, koruptor, pemerkosa, lintah darat, tk santet, PSK, pemabuk.


pemadat, penzinah ulung, & semua kejahatan apapun) di mana mereka menegaskan bahwa mereka tidak akan pernah insaf dan sadar, jika mereka sendiri yg tidak mau sadar & bertaubat. Jadi, jangan sok jadi pahlawan kesiangan! Jangan bermain apa dg orang2 jahat atau Anda yg terbakar!


Pertanyaanya siapa yang akan memberitahu mereka dan berdakwah ke mereka ini? Biarkan para pendakwah yang memang sudah kuat jiwa-raganya, batinnya, hatinya sudah seluas samudera, spt dulu alm. Gus Miek yg berdakwah ke kalangan PSK atau Gus Miftah skrg yg berdakwah di klub2 malam.


Atau Mbah Tedjo dg gaya dakwahnya sendiri di kalangan umum. Dukung Anton Medan berdakwah di kalangan para mantan pembunuh, pencopet, perampok, begal, dll. Kalau Anda belum kuat iman, tidak perlu, bahkan tidak wajib berdakwah ke orang jahat! Urus saja diri Anda & keluarga Anda.


Sekali lagi, doakan orang jahat agar menjadi baik, tapi jangan pernah berhubungan dg mereka: putuskan & sudahi hubungan dg mereka yg niat, pikiran, perangai, & sikapnya itu JAHAT dlm kacamata AGAMA & HUKUM NEGARA! Anda, mengurus diri saja belum benar, mau ngurus orang lain.


End.

2 thoughts on “MAAF, AKU PUTUSKAN TALI SILATURAHMI!”
  1. Sudah aku bacaaaa, gak nyangka lita nulis pakek bhs yg enak di baca dan dipahami. Aku jd liat tulisan di blog mu td beberapa.. Proud of you temen sekelasku

    1. Hahaha. hai, Onnie. Weee. blogku di kunjungi. Thank you btw
      Alhamdulillah doain makin bagus nulisnya dan enak dibaca, dipahami oleh orang yang membaca ya.

      Makasiiii,, makasiii hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
1
Hola!
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Ada yang bisa saya bantu?

Silakan tinggalkan pesan dan mohon menunggu beberapa saat.