Hikmah kejatuhan kotoran burung
72 / 100 SEO Score

Berharap setinggi langit hanya akan membuatmu sakit saat gagal dan terhempas ke bumi. Membiarkan takdir berbicara dengan caranya sendiri adalah jalan paling menenangkan untuk membuat tak kecewa.

Let it Flow. Allah is the best Planner.

Hola! Bismillah. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Allahuma solli ala sayyidina Muhammad.

Litadelapan

Melihat tweet Arif Rahman Lubis https://twitter.com/arifrahmanlubis/status/1206314909799084032 seketika mengingatkanku saat berada di perantauan, Malang.

Aku lupa tepatnya hari dan tanggal berapa saat itu. Hari itu sangat buruk, beberapa rencana tidak tuntas, dan aku khawatir tidak bisa menuntaskan target sesuai dengan apa yang sudah ku rencanakan. Masygul sekali hari itu.

Sepulang kuliah pukul 17.30 aku mampir ke Masjid Agung Malang, dekat dengan alun-alun Malang. Di sana aku duduk di alun-alun Malang dan tercenung, memikirkan tentang hari buruk, sambil mengamati sekitar. Ramai sekali, banyak teman sebaya yang sekadar jalan-jalan di sana, anak-anak yang bermain di taman khusus permainan anak-anak, dan beberapa yang berjualan keliling, aku begitu menikmati sore itu.

Adzan magrib berkumandang, aku pergi ke masjid dan bersiap melaksanakan sholat magrib. usai sholat aku berniat langsung pulang. Tetapi, ketika keluar masjid, tiba-tiba alun-alun Malang begitu menjadi ramai. Banyak orang berdatangan dengan memakai pakaian warna putih, alun-alun Malang menjadi lautan manusia saat itu. Aku datangi bapak penjaga parkir dan bertanya ada acara apa sehingga di sini begitu ramai, dan sholawat menggema seantero Malang. 

“Safari sholawat, Mbak.” jawab bapak itu sambil mengeluarkan motor pengunjung.

Wow. Ternyata hari itu ada safari sholawat! 

Wah! Sekali lagi aku tercenung! Bukan memikirkan hari buruk. Tapi, aku sedang memikirkan betapa Maha Besarnya Rabbku, begitu hebatnya. Siapa yang menggerakkan hati orang-orang ini untuk datang ke acara safari sholawat jika bukan DIA. Apa yang membuat manusia-manusia ini berdatangan jika bukan hanya karena kecintaan pada Rabb dan RasulNya?

Aku pun memutuskan untuk tinggal sebentar.

Aku berjalan, membeli makanan minuman dan menikmati sholawat sambil mengamati mereka yang berdatangan. Tiba-tiba… ada ibu-ibu yang menghampiriku, kami berbincang, bertukar makanan milik kami, lalu aku pergi sebentar untuk membelikannya minum. Kasian ibunya makan tapi ga ada minum, kan seret jadinya. 😂

Waktu berlalu begitu cepat hingga aku tidak sadar bahwa arah jarum jamku sudah menunjukkan pukul 21.00! 

Mampus! Aku pasti di tunggu oleh Ibu dan Bapak kosku.

Aku segera bergegas pulang, tetapi, entah, kakiku ingin berjalan sebentar lagi sehingga untuk menuju ke parkiran motor aku memilih jalan yang sedikit jauh. Seperti ada yang menggerakkanku untuk berjalan-jalan sebentar melihat sekitar.

Aku terus berjalan hingga parkiran motor telah terlihat….. Tiba-tiba…….

“DEG” ….. ada yang jatuh di kepalaku?!

Apa ini?!

Aku usap kepalaku dan… aku dapati kotoran burung jatuh di kepalaku!

Aku terdiam dan seketika kepalaku seperti di panah oleh quote Umar Bin Khattab!

Apa yang kamu lewatkan, memang tak ditakdirkan untukmu. Apa yang ditakdirkan untukmu, tak akan pernah kamu lewatkan.

Umar Bin Khattab

Aku ga pingin marah, aku ga kesel, jengkel karena kotoran burung jatuh di kepalaku.

Aku pingin nangis!

Bagaimana mungkin???

Bagaimana mungkin burung yang terbang dengan kecepatan persekian detik, begitu cepatnya! Kotorannya bisa jatuh di kepalaku?!

Kotoran burung ini adalah rezeki untukku.

Allah selalu punya pelajaran bagi hamba yang tidak tahu diri sepertiku.

Betapa setelah kejadian itu aku menjadi semakin tenang dari moodku yang begitu buruk saat itu.

Aku menjadi lebih pasrah tentang hari-hariku.

Kita tidak boleh memaksakan kehendak kita, karena hanya DIA yang memiliki hak ini.

Tugas kita hanya berusaha, berikhtiar.

Jalan-jalanku menuju parkiran ketika aku ingin pulang adalah bentuk ikhtiarku, dan kotoran burung itu adalah takdirku. Jika kotoran burung itu bukan takdirku. Maka, saat itu, aku tidak akan digerakkan untuk jalan-jalan mengelilingi alun-alun Malang.

Jatuhnya kotoran burung itu mengajarkanku bahwasanya …. Apa yang ditakdirkan jadi milik kita pasti akan jadi milik kita. Dan yang tidak ditakdirkan untuk kita, tidak akan pernah jadi milik kita.

Alhamdulillah.

wallahu a’lam bis-shawab.

Untuk partisipasi silakan berikan komentar atau pun pertanyaan mengenai artikel di atas di kolom komentar yang tersedia di bawah ini. Jangan lupa berikan review dan rate anda untuk blog ini ya :). Klik link REVIEW BLOG LITADELAPAN. Terima kasih. Semoga bermanfaat.

4 thoughts on “KEJATUHAN KOTORAN BURUNG DI ALUN-ALUN MALANG!”
  1. Latihan terus biar tambah alus n ngalir. Ada pikiran pokok yang selesai dalam 1 kalimat tapi Lita sambung terus dalam kalimat yg panjang. Diksinya perlu dibaikin lagi yaa. Btw . Yg penting nulis n nulis, nanti kan keren juga pada akhirnya. Suer deh.

    1. Terima kasih telah mengunjungi dan membaca tulisan di Blog ini. Baik, siap akan selalu berusaha saya diperbaiki. Terima kasih karena telah memberikan kritik dan saran. 🙂

  2. Sebagai kajian untuk saya pribadi, setelah membaca tulisan anda, agar saya tetap terus merasa “iling” (ingat) Pada takdirnya, terimakasih ditunggu postingan menarik lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
1
Hola!
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Ada yang bisa saya bantu?

Silakan tinggalkan pesan dan mohon menunggu beberapa saat.